
Malang, Divisi Ginjal dan Hipertensi Lab/ SMF Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya RSUD dr. Saiful Anwar Malang menyelenggarakan 7th MNHU Malang Nephrology Hypertension Update dengan tema Advancing Kidney and Hypertension Case 2026: From Guideline to Clinical Practice. Acara dilaksanakan pada tanggal 1 – 2 Mei 2026 di Hotel Atria Malang. Di dalam sambutannya, dr. Atma Gunawan, Sp.PD, K-GH menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan untuk memberikan kegiatan Ilmiah yang merupakan bagian dari program Divisi GInjal Hipertensi RSUD dr. Saiful Anwar Malang.
Materi pertama dimulai dengan pemaparan oleh dr. Pranawa Sp.PD, K-GH dengan judul “Patient Safety: Dialysis in the Time of Disaster: Ensuring Patient Safety and Continuity of Care in Dialysis” mengemukakan bahwa di daerah bencana bagaimanapun caranya pengobatan Haemodalisis harus tetap dilakukan. Bencana alam berdampak pada sarana dan prasarana juga lingkungan baik jalan, gedung, transportasi, semua harus segera diperbaiki agar pengobatan Haemodialisis bisa dilakukan.
Hari pertama berlangsung sampai dengan pukul 14.30 WIB dengan berbagai materi disampaikan oleh para ahli yang terbagi dalam 5 Scientific Symposium. Materi terakhir pada hari pertama disampaikan oleh Prof. dr. Mochammad Thaha, PhD, Sp.PD, K-GH dengan judul “Optimizing Blood Pressure Across the Spectrum: Flexible Application of Single-Tablet Combination Therapy”.
“Jangan hanya bertanya berapa tekanan darah pasien Anda, tetapi juga seberapa stabil tekanan darahnya dari waktu ke waktu.” -Dr. Ahmad Rifa’i ,Sp.PD, K-GH-
Pada hari kedua dimulai dengan pemaparan dari Prof. dr. Mochammad Thaha, PhD, Sp.PD, K-GH dengan judul “Plenary Lecture: Cardio-Kidney-Metabolic (CKM) Interactions: Impact Morbidity, Mortality, and Long-Term Outcomes”. Beliau menyampaikan bahwa sekitar 40% pasien penderita Diabetes Melitus tipe-2 mempunyai penyakit penyerta Chronic Kidney Disease. Pengobatan kombinasi untuk CKM diharapkan harapan hidup menjadi lebih baik dan risiko menurun 30%. Tujuan dari penatalaksanaan ini adalah untuk mengurangi risiko Chronic Kidney Disease, mengurangi cardio-event, mengurangi perawatan Rumah Sakit dan meningkatkan Quality of Life pasien.
Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh dr. Atma Gunawan, Sp.PD, K-GH dengan judul “The Impact of Uremia in Chronic Kidney Disease: From Toxin Accumulation to Multisystem Dysfunction”. Beliau menjelaskan bahwa penatalaksanaan Haemodialisis dan Peritoneal Dialisis untuk jangka pendek sangat bermanfaat menyelamatkan pasien sedangkan untuk jangka panjang menyebabkan adanya “Residual” Syndroms karena residu tidak bisa dikeluarkan sepenuhnya. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit penyerta. Oleh karena itu, diperlukan penataklaksanaan lanjutan untuk mengatasi penyakit – penyakit penyerta tersebut. Extended dialisis, hemofiltrasi, hemoperfusi, nutrisi intervensi, meningkatkan Kesehatan pencernaan (usus) adalah beberapa kombinasi cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi “residual” yang ada.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber dan ditutup dengan pemaparan oleh dr. Achmad Rifa’I, Sp.PD, K-GH dengan judul “Managing Hypertension in Metabolic Syndrome”.
Dengan berakhirnya acara selama 2 hari ini, diharapkan semoga dapat meningkatkan kompetensi Para Sejawat dalam penanganan Penyakit Ginjal dan Hipertensi di tempat kerja masing – masing.














